5 Prinsip Keuangan yang Gak Pernah Diajarin di Sekolah

29 January 2026

Gak terasa, sekitar satu bulan lagi kita bakal masuk bulan Puasa dan menyambut Lebaran. Momen yang isinya full sama agenda bukber, mudik, baju baru, sampai bagi-bagi THR.

Tapi, Sobatblu juga perlu hati-hati. Momen ini seringkali datang satu paket sama masalah klasik, yaitu over budget.

Biar kesalahan gak berulang, yuk kita bedah 5 prinsip manage uang yang gak pernah masuk kurikulum sekolah, tapi krusial buat kesehatan mental dan dompet Sobatblu!

1. Hindari Pola Pikir OKB yang ‘Kurang Sehat’

Sekolah jarang ngajarin cara kelola uang secara spesifik, akhirnya kita cuma ngikutin tren sosmed. Di sinilah Sobatblu rentan terjebak mentalitas "The Aspiring Poor" alias OKB: gaji lumayan, gaya selangit, tapi kekayaan bersihnya nol atau malah minus.

Apalagi pas Lebaran, ada tekanan sosial buat "kelihatan sukses" di depan keluarga besar. Akhirnya THR abis buat:

  • Baju branded sekali pakai.
  • Gadget terbaru biar keren pas foto keluarga.
  • Sewa mobil mewah biar dikira "jadi orang" di kampung.

Lebih baik alokasikan THR untuk experience bareng keluarga yang kenangannya gak bakal "basi".

2. Waspada Efek Diderot

Pernah gak Sobatblu beli satu barang, eh malah jadi keterusan beli yang lain? 

Misalnya: Beli iPhone baru, tiba-tiba merasa perlu beli AirPods karena earphone kabel kelihatan kuno. Terus butuh casing mahal, lanjut langganan iCloud.

Ini namanya Efek Diderot. Satu pembelian seringkali menuntut pembelian lain demi "keserasian". Jadi, sebelum check-out barang diskonan pas bulan puasa nanti, tanya dulu ke diri sendiri: "Barang ini bakal maksa gue beli barang-barang lain buat nemenin dia gak ya?" Kalau iya, mending tahan dulu daripada dompet boncos berantai.

3. Jangan Terlena Transaksi Cashless

Ada konsep pain of paying, yaitu saat pakai uang tunai, rasa “kehilangan” itu lebih kerasa. Dan rasa itulah yang biasanya nahan kita biar nggak kebablasan belanja.

Pembayaran digital memutus rasa sakit itu. Kita tinggal tap, barang dapat, tapi otak gak merasa kehilangan apa-apa.

Tipsnya gunakan alat bayar digital yang kasih value balik. Misalnya, pakai kartu debit Garuda x bluDebit Card buat beli tiket mudik biar dapat benefit ekstra kayak bagasi atau executive lounge. Jadi, "kehilangan" Sobatblu terbayar dengan kenyamanan maksimal.

4. Hati-Hati Sama ‘Utang Semut’

Sekolah gak pernah ngajarin betapa mematikannya utang kecil yang jumlahnya banyak. Di era Paylater, beli kopi Rp50 ribu atau makan siang Rp20 ribu aja bisa dicicil. Kelihatannya sepele kayak semut, tapi kalau numpuk, gaji kamu bisa habis digerogoti.

Ingat trik Matematika Bunga. Bunga 2,95% per bulan itu kedengarannya kecil, tapi kalau disetahunkan itu tembus 35% lebih! Jauh lebih tinggi dari bunga bank manapun. Selain bikin miskin pelan-pelan, catatan utang (SLIK OJK) yang buruk bisa bikin Sobatblu susah cari kerja di masa depan karena perusahaan sekarang mulai cek skor kredit pelamar.

5. Pahami Inflasi yang Sebenarnya

Kalau pemerintah bilang inflasi cuma 2-3%, itu angka makro. Buat Sobatblu kelas menengah, realitanya bisa lebih pahit:

  • Biaya sekolah swasta naik 10-15% per tahun.
  • Biaya kesehatan naik sekitar 13% per tahun.
  • Harga gadget dan traveling naik karena Rupiah yang melemah terhadap Dolar.

Kalau gaji kamu cuma naik 5% setahun, artinya secara riil kamu makin "miskin" kalau gak punya aset atau investasi yang pertumbuhannya di atas angka-angka tadi.

Kesimpulan

Mau belajar lebih dalam gimana caranya mengamankan THR dan ngatur keuangan biar gak "kritis" pasca Lebaran?

Yuk, ikuti bootcamp bareng bluAcademy dan Satu Persen Batch 19: THR Survival Kit: Strategi dan Workshop Praktis untuk Mengatasi Krisis Keuangan di Periode Ramadan dan Lebaran.

Daftar sekarang di bit.ly/bluacademy12 GRATIS!!! Jangan sampai ketinggalan, karena sudah lebih dari 25.000 orang yang belajar bareng kita!

Download blu
Gimana? Masih ragu & bingung? 🤔

Nih, solusinya