Tarik-Setor Tunai di ATM BCA Tanpa Kartu Pakai blu

“Bro, makan bareng nggak?” tanyaku ke salah satu teman yang duduk tak jauh dari kubikelku. “Kamu gimana, ikut nggak, atau udah bawa bekal?” tanyaku lagi ke anak baru yang duduknya tak jauh dari kami.

“Kuy lah!” Mereka menjawab hampir berbarengan.

Tak lama kemudian, kami bertiga sudah berjalan menuju lift untuk turun ke lantai 1. Di seberang gedung perkantoran kami, ada kantin yang makanannya enak dan harganya ramah di kantong.

Saat pintu lift terbuka dan kami siap masuk, tiba-tiba anak baru menepuk dahinya. “Astaga, aku lupa bawa dompet. Bentar ya, Gaes.” Dan tanpa menunggu jawaban kami, dia langsung berlari balik ke kantor.

“Lha, nunggu lagi dong kita. Mana antrian lift rame gini,” protes temanku. Sementara aku hanya bergumam. Tapi mau bagaimana lagi. Orang kalau sudah lupa yang tak bisa disalahkan juga.
Untungnya, kami masih kebagian tempat karena kantin ini memang selalu ramai saat jam makan siang. Sambil makan, kami mengobrol tentang deadline kerjaan yang menumpuk dan berbagai rencana yang sudah mulai disusun dari awal tahun.

“Eh, sisa 30 menit nih. Yuk, udahan.” Temanku mengingatkan sembari menunjuk jam yang melingkari pergelangan tangannya. “Kamu mau bayar? Aku titip kamu aja ya,” lanjutnya lagi sambil menyerahkan selembar 50 ribuan ke arahku.

“Aduh…” suara gumaman terdengar mulut anak baru yang sekarang sibuk membongkar dompetnya. “Ini gimana ceritanya, di dompetku gak ada cash dan kartu ATM pake ikutan nggak ada pula.”

“Duh, buruan. Antrian lift nanti banyak. Kamu bayarin dia dulu aja, ntar dia bisa transfer ke kamu,” pinta temanku ke arahku. Aku pun mengangguk dan bergegas ke kasir.

Kejadian yang dialami anak baru itu bukan yang pertama. Sebulanan ini semenjak dia bergabung ke tim kami, ku perhatikan anaknya memang pelupa karena sudah beberapa kali dia lupa untuk bawa dompetnya yang berisi uang cash dan kartu ATM. Inilah yang kemudian beberapa kali menciptakan drama tak berkesudahan tiap kami pergi bareng. Contohnya seperti sore ini. Aku, teman kubikel ku, dan anak baru itu janjian mau nongkrong bareng sepulang kerja. Ada kafe kopi yang baru buka dekat kantor dan dengar-dengar kopi di sana enak.

“Nggak ada yang ketinggalan?” Teman kubikelku mengingatkan si anak baru saat kami bertiga lagi-lagi antri lift karena pas bubaran kantor begini lift pasti ramai dengan para pekerja yang juga mau pulang.

“Udah semua kumasukkan tas,” sahut anak baru. “Next kalau sampai lupa lagi, sepertinya aku perlu gantungin dompet di leherku deh.”

Aku mau tak mau tertawa mendengar gerutuan anak baru itu, yang sepertinya kesal sendiri.

“Lagian, Kamu tergantung amat sama uang cash, kartu ATM dan dompet. Kan sekarang udah bisa cashless,” gerutu temanku. Pintu lift terbuka dan kami pun memasuki lift yang dengan cepat langsung penuh. Tak butuh lama untuk sampai ke kafe kopi tersebut, setelah tiba disana kami duduk di salah satu sudut kafe dengan tiga gelas kopi di hadapan masing-masing, ditambah sepiring strawberry cheesecake favoritku.

“Mas, apaan yang kamu bilang waktu kita mau masuk lift tadi?” tanya anak baru memecah keheningan.

“Apaan? Tentang kamu pelupa?” sahut temanku kesal.

“Yee, bukan itu. Apa ya tadi namanya? Itu loh supaya aku nggak tergantung dompet dan ATM.”

Aku pun menyeletuk, “Cashless?”

“Nah, iya, itu maksudku,” jawabnya cepat.

“Memang sih sekarang banyak toko-toko dan pusat perbelanjaan yang sudah support cashless itu. Tapi masih banyak loh yang masih mengharuskan kita bayar pake cash, ya salah satunya kantin sebelah kantor kita itu. Dan juga toko-toko sekitar rumahku pun masih begitu tau.” sewot si anak baru.

“Bentar, aku mau tanya dulu deh, Bro. Antara 3 benda ini: HP, dompet, dan kartu ATM, mana benda yang selalu kamu bawa dan jarang ketinggalan.”

“Ya, HP lah. Bisa stres aku kalau HP sampai ketinggalan,” jawab anak baru itu dengan cepat.

“Nah, berdayakan dong HP Kamu itu buat bayar ini itu, dan untuk tarik tunai tanpa kartu kapanpun kamu perlu uang cash,” saran temanku.

“Emang bisa?”

“Ya, bisalah!” Aku dan temanku menjawab berbarengan.

“Kamu mesti instal aplikasi blu by BCA Digital deh. Karena, aplikasi blu itu menurutku keren banget buat kita-kita yang aktif dan gak mau ribet bawa dompet dengan banyak kartu ATM di dalamnya. Bayangin aja, dalam satu aplikasi bisa punya tabungan, misahin dana dalam pos-pos untuk kebutuhan tertentu, sekaligus bisa monitor cash flow keuangan kamu. Bahkan untuk bayar di merchant atau toko, sudah support fitur QRIS juga. Ditambah lagi nih, kalau kamu butuh uang cash bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BCA. Perlu digaris bawahi dan diingat TANPA KARTU.” jelasku.

“Dan dari update terbaru nih, ada fitur setor tunai tanpa kartu di seluruh ATM BCA juga. Ibuku kan suka minta aku ke Bank buat setor uang hasil jualannya. Jadinya sekarang aku gak perlu datang ke Bank lagi deh, tinggal cari ATM BCA terus pake fitur setor tunai tanpa kartu dari blu deh.”

“Kurang canggih apalagi coba. Kalau butuh cash tinggal ke ATM BCA terus bisa pake fitur Tarik Tunai Tanpa Kartu nya. Butuh buat setor tunai, tinggal cari ATM BCA dan pake fitur Setor Tunai Tanpa Kartu nya deh.”Lalu, aku dan temanku langsung memandu anak baru untuk instal aplikasi blu di HP-nya, biar kalau lupa bawa dompet atau kartu ATM, dia tak pusing lagi. Apalagi proses registrasi dan buka akun blu cuma butuh waktu sebentar banget. Sambil ngopi gini pun bisa langsung selesai proses nya.

“Udah beres nih, tinggal Kamu isi deh saldo blu nya. Terus nabung, buat dana cadangan, dan sediakan juga dana buat kebutuhan sehari-hari,” kata temanku memberi saran.

Aku lalu menunjuk ke ponsel anak baru, “Pokoknya selama Kamu bawa HP kemana pun Kamu pergi, Kamu gak butuh kartu ATM kalau butuh uang cash ataupun mau setor uang cash nya ke rekeningmu.”

Anak baru itu kemudian menatap kagum tampilan aplikasi blu yang ada di layar HP-nya. Sementara jari tangan kanannya sibuk menggeser-geser layar, mencari tahu lebih banyak mengenai berbagai fitur yang tersedia di aplikasi blu.

“Nah, kamu belum tahu cara tarik tunai tanpa kartunya pakai aplikasi blu ini kan?” Waktu kulihat dia dengan refleks menggelengkan kepalanya, aku buru-buru melanjutkan kalimatku, “Ya, udah, yuk ikut, aku ajarin cara tarik tunai tanpa kartu pakai aplikasi blu. Tuh, di sana ada mesin ATM BCA. Tapi sebenarnya kamu juga bisa cek ke websitenya di blubybcadigital.id dan juga channel YouTube nya blu by BCA Digital juga sih. Disana ada step by step untuk setiap fitur dan video tutorialnya juga buat memudahkan kita.”

Buat kamu yang sering lupa bawa dompet dan kartu ATM? Ga perlu takut ketinggalan dan gak bisa tarik tunai lagi. Cukup pakai aplikasi blu, bisa untuk transaksi perbankan kapanpun kamu perlu, dan bisa tarik bahkan setor tunai tanpa kartu ATM pas butuh bayar ini itu.

Download Sekarang!

Terima kasih sudah mampir! Laman ini lebih nyaman dinikmati di ponsel pintar. Coba sekarang untuk pengalaman yang lebih maksimal.