Digital Savvy Transfer Antar Bank Cukup Pakai Aplikasi

Pernah dengar tentang digital savvy? Digital savvy adalah masyarakat yang hidup dan beradaptasi dengan dunia digital. Sejak masa pandemi yang sudah berlangsung dua tahun terakhir, adaptasi digital secara masif perlu dilakukan. Ya iyalah, karena kalau kita tidak mulai memanfaatkan berbagai media digital yang ada, jelas kita akan tertinggal.

Di rumah kami, Ayah dan Ibu cukup kesulitan awalnya untuk beradaptasi memanfaatkan berbagai perangkat digital. Jangankan langsung menggunakan berbagai aplikasi, untuk mengoperasikan smartphone saja mereka butuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan fitur-fitur phone yang tersedia.

Kebayang tidak, pertama punya smartphone, Ayah dan Ibu tahunya ponsel ya cuma untuk telepon lho! Sampai akhirnya, aku dan kakak ngajarin mereka cara kirim pesan di Whatsapp, belanja online, browsing informasi, nonton YouTube, dan sebagainya.

Bersyukurnya, mereka mau belajar dan aktif bertanya kepadaku dan kakak yang sudah lebih dulu memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk memudahkan aktivitas kami. Sampai-sampai Ayah ikutan mengaku sudah jadi digital savvy karena di smartphone-nya terinstal banyak aplikasi.

Aku kira, interaksi dan adaptasi Ayah dan Ibu dalam hal penggunaan berbagai media digital dan aplikasi sudah semakin baik. Namun ternyata, dugaanku salah. Aku baru menyadarinya saat Ayah memaksa minta diantar ke bank pagi ini, untuk cek mutasi rekening dan melakukan transfer antar bank.

“Dek, Adek bisa antar Ayah ke bank tidak pagi ini?” tanya Ayah saat melihatku yang baru keluar dari kamar mandi. “Atau Kakak saja ya temani Ayah ke bank?” katanya lagi sambil menoleh ke arah Kakak yang juga lagi duduk menikmati sarapan bersama Ayah.

“Aduh, aku nggak bisa ke mana-mana nih, Yah, 30 menit lagi ada kuliah online,” jawab Kakak sambil menyuapkan sesendok makanan ke mulutnya.

“Memangnya mau ngapain Ayah ke Bank? Angka kasus Covid lagi tinggi lho, Yah, nggak usahlah kita keluar-keluar rumah dulu kalau nggak penting,” sahutku akhirnya seraya berjalan mendekati meja makan, di mana Kakak dan Ayah sedang duduk.

Ibu tahu-tahu muncul dari dapur dan ikut berkata, “Iya, kalau nggak penting banget, di rumah aja. Itu tetangga kompleks sebelah katanya terpaksa isoman karena ada kontak erat dengan orang yang positif. Udahlah, nggak usah ke mana-mana.”

“Tapi ini penting, Bu. Ayah harus ke bank karena perlu transfer ke teman Ayah yang mau ajak kerja sama itu lho. Nominalnya besar. Mending transfer dari bank langsung saja biar bisa sekalian cek mutasi dan mastiin transferannya berhasil,” terang Ayah.

“Kan sekarang teknologi udah canggih, Yah. Kalau mau transfer ya tinggal pakai aplikasi aja,” celetuk Kakak.

“Tapi mutasinya kan nggak kelihatan semua. Belum lagi mastiin transferannya berhasil atau nggak, gimana? Ini nominalnya besar, Kak.” Ayah masih bersikeras kalau dia perlu melakukan transfer dengan pergi ke bank demi keamanan.

Kakak bergumam sebentar, lalu berkata, “Katanya udah digital savvy, masa perlu transfer dan cek mutasi nggak bisa gunain aplikasi?” Mendengar kata-kata Kakak, Ayah langsung mendelik, sementara aku susah payah menyembunyikan tawaku. Dosa lho ya menertawakan orang tua!

“Udah, udah, sekarang pada buruan selesaikan sarapan dulu. Kalo udah selesai baru cari solusi,” lerai ibu.

Tak lama kemudian, kami semua selesai sarapan. Kakak yang ada kuliah online langsung buru-buru masuk kamar. Ibu sibuk di dapur. Sementara aku memandangi punggung Ayah yang sekarang berdiri di ambang pintu depan dengan tatapan jauh ke depan.

Melihat Ayah yang kebingungan seperti itu, aku jadi tak tega. Akhirnya, aku menghampiri Ayah dan mengajaknya untuk duduk di ruang keluarga. Setelahnya, aku mengeluarkan ponselku, membuka aplikasi blu, dan menunjukkannya kepada Ayah. “Di hp Ayah sudah ada aplikasi blu belum sih?”

“Aplikasi apa itu? blu apa?” Sejenak Ayah menatap layar ponselku, kemudian mengeluarkan ponselnya sendiri dan mulai mencari-cari aplikasi blu. Tapi rupanya, Ayah belum mengenal blu nih.

“Ealah, digital savvy macam apa ini? Masa ngaku digital savvy tapi belum punya aplikasi blu by BCA Digital sih?” ledek Kakak yang ternyata baru saja ambil botol air dari dapur, dan menyempatkan mengintip kami di ruang keluarga, sebelum akhirnya berlari meninggal kami sambil tertawa.

Ayah makin cemberut. Aku tertawa kecil melihat keisengan Kakak, tapi setelahnya aku mulai menerangkan kepada Ayah tentang blu by BCA Digital dan bagaimana pertama kali aku mengenalnya dari Benni, virtual influencer blu yang konsen banget berbagi tentang investasi dan entrepreneurship. Dari Benni pula, aku tahu salah satu manfaat aplikasi blu adalah bisa memudahkan aktivitas transfer tanpa ribet.

“Ini Ayah mesti ke bank untuk verifikasi?” tanya Ayah saat Ayah sudah berhasil instal aplikasi blu by BCA Digital dan sudah selesai melengkapi data yang dibutuhkan.

“Nggak. Verifikasi cuma 5 menit dengan video call,” kataku sambil membantu Ayah melanjutkan proses verifikasi. Setelah proses selesai, aku kembali berkata, “Nah, benar, kan, proses verifikasi cuma 5 menit. Udah selesai nih. Ayah tinggal tunggu saja. Biasanya aktivasi rekening maksimal 1x24 jam. Nanti ada notifikasi yang kasih tahu ke Ayah kalau rekening sudah bisa digunakan.”

Ternyata tak perlu menunggu 1x24. Tak sampai 1 jam kemudian, Ayah sudah menerima notifikasi kalau rekeningnya sudah aktif.

Aku membantu memindahkan sejumlah uang terlebih dahulu dari rekening bank lain Ayah ke rekening blu. Baru kemudian Ayah mencoba sendiri melakukan transfer antar bank melalui aplikasi blu.

Karena semua fitur pada aplikasi blu mudah digunakan dan ramah pengguna, Ayah dengan cepat memahami cara penggunaan aplikasi ini, bahkan berhasil menyelesaikan proses transfer antar bank pakai aplikasi sekaligus cek mutasi.

“Nah, sekarang Ayah sudah jadi digital savvy beneran nih, karena udah bisa transfer antar bank cukup pakai aplikasi,” kata Ayah sambil tertawa. “Transfer pakai aplikasi blu enak dan anti ribet. Tinggal simpan saja detail transfer rutin di favorit, jadi next time tak perlu lagi input detail untuk transaksi,” lanjutnya lagi.

Ayah juga bilang kalau dia senang menggunakan aplikasi blu, terutama untuk proses transfer antar bank. Di aplikasi blu, ada fitur set reminder untuk mengingatkan Ayah agar tidak lupa melakukan pembayaran atau transfer, termasuk bisa simpan transaksi favorit. Selain itu, limit transfer di aplikasi blu bisa disesuaikan, serta telah tersedia beberapa jenis transfer antar bank yang lengkap, seperti online, LLG, RTGS, dan terima dana melalui BI Fast.

Oh ya, aku jadi ingat info yang kudapat dari Benny, ada banyak keuntungan transfer antar bank pakai aplikasi blu. Nih, aku bagikan juga buat kamu dengan lebih detail ya:

  • Bebas biaya admin untuk transfer dari / ke BCA sepuasnya.
  • Bebas biaya transaksi 20x ke bank lain, bebas di 2 bulan pertama sejak bulan pembukaan rekening. Jika mau mendapatkan benefit ini di bulan-bulan berikutnya, cukup maintain saldo rata-rata portofolio di Rp 1 juta.
  • Bebas biaya untuk transfer ke blu dari BCA mobile & ATM BCA.
  • Untuk transfer > Rp 250.025.000, kamu wajib verifikasi biometric untuk memastikan keamanan transaksi.
  • Tersedia 3 pilihan cara transfer uang antar bank:
    • Transer online: buat kamu yang mau transaksi hingga Rp 100 juta
    • Transfer LLG: buat kamu yang mau transfer hingga Rp 250 juta
    • Transfer RTGS: buat kamu yang mau transfer lebih dari Rp 250 juta

Kamu udah masuk kelompok digital savvy juga belum sih? Kalo belum, yuk pakai rekening blu, yang bisa bikin kamu kelola uang, menabung, bikin post-post keuangan, bayar dan beli, bahkan transfer antar bank, cukup dari satu aplikasi.

Download Sekarang!

Terima kasih sudah mampir! Laman ini lebih nyaman dinikmati di ponsel pintar. Coba sekarang untuk pengalaman yang lebih maksimal.