productlifestyleeducation

Kerja Freelance: Seni Tabung Menabung dari Pemasukan yang Tidak Menentu

Menjadi seorang freelancer memberikan banyak tantangan dalam segala ketidak pastian. Tapi bukan berarti, financial health tidak dapat stabil secara pasti.

Menjadi seorang freelancer memberikan banyak tantangan dalam segala ketidak pastian. Tapi bukan berarti, financial health tidak dapat stabil secara pasti.

Jam menunjukkan pukul 1 pagi, dan wajah temanku masih saja disinari monitor laptop dibalik gelapnya ruangan. Ia menginap di rumahku untuk melepas penat katanya. Tapi ujung-ujungnya masih begadang untuk kerja juga. Wajar, seorang graphic designer memang biasanya lebih ‘nyala’ isi kepalanya di malam hari gini.

“Gak tidur, bro?” Tanyaku menutup percakapan sambil menarik selimut. “Nanti deh, proyekan yang ini selesai lusa nih, nanggung,” balasnya sembari menyeruput kopi hitam yang sudah tidak lagi hangat.

Bekerja freelance memberikan kami dinamika kerja yang berbeda, dibanding teman-temanku yang bekerja kantoran. Kerjaan cenderung bersifat ad hoc, dengan gaji yang dibayarkan setelah project selesai. Karena itu, pemasukan yang kami dapat juga tidak menentu.

“Aku bingung deh, pemasukan gak nentu begini, jadi susah diatur pengeluarannya. Udah kebutuhan hidup ada aja yang gak ketebak, freelance gini pemasukan jadi ikutan gak ketebak juga.” Keluhnya sembari membuat motion untuk salah satu kliennya.

“Dari segala pemasukan yang banyak tapi gak beraturan begitu, ada yang masuk tabungan gak?” Tanyaku sambil selimutan, tapi gak jadi tidur. “Belum nih. Pengeluaran sehari-hari aja masih sering meleset, gimana nabung.” Pemasukan temanku ini sebenarnya bisa dibilang cukup banyak. Di kalangan graphic designer, ia sudah punya reputasi yang cukup bergengsi berkat karya-karyanya. Alhasil klien-klien yang ia tangani rela merogoh kocek yang lumayan buat memakai jasanya. Nah, tips apa sih yang dapat dicoba pada freelancer?

Tracker dan Riwayat Transaksi untuk Atur yang Tidak Teratur

Sayang rasanya kalau pemasukan yang deras tidak didukung dengan kelihaian mengatur keuangan. Padahal di era digital seperti sekarang ini, mengatur keuangan juga bisa dilakukan pakai HP. Misalnya, manfaatkan fitur tracker sama riwayat transaksi di blu, dengan begitu pengeluaran dan pemasukan bisa terpetakan.

Nah, dengan tracker bisa dicek tuh sumber pemborosan terbesar selama ini apa saja, sehingga ‘diet-diet’ gaya hidup sudah dapat dipertimbangkan.

“Coba deh mulai biasakan perhatiin tracker kamu. Kalau ada pengeluaran yang kelupaan hilangnya ke mana, tinggal buka riwayat transaksi. Aku juga baru mulai nyoba sih, dan memang efektif banget buat ngejaga pengeluaran biar ga berlebihan,” ujarku tanpa maksud menggurui.

Dengan fitur tracker dan riwayat transaksi, kita bisa melacak kembali pemasukan yang ia dapat jumlah tepatnya berapa dan kapan masuknya, serta menjaga pengeluaran agar tidak melampaui pemasukan yang ia dapat. Alokasi biaya hidup per bulan pun sudah dapat dipersiapkan dengan baik karena pemetaan keuangan seperti ini sudah dapat terlihat jelas sehingga tidak akan meleset. Harapanku adalah temanku ini bisa ikutan belajar mengatur pengeluarannya bersamaku yang juga baru belajar mengatur keuangan sehari-hari.

Mulai Tabung di bluSaving

“Nah selain pakai tracker, kamu cobain juga tuh pakai bluSaving. Kalau kamu bingung, bluSaving tuh gak cuma buat nabung kok. Kamu juga bisa pakai bluSaving buat mulai mengalokasikan uang yang kamu punya. Nah hitung-hitung alokasi dana, kamu bisa sekalian nabung di salah satu dari 10 pos keuangan yang bisa kamu buat di bluSaving,” tanpa sadar aku terus nyerocos menyerupai sales lapangan yang sedang melakukan tugasnya dengan baik.

Membagi tabungan dengan menggunakan bluSaving dapat dimulai dengan memilah menjadi tabungan yang sifatnya 1.) jangka panjang, 2.) jangka pendek (untuk biaya sehari-hari atau bulanan di kala belum ada pemasukan), dan juga 3.) dana darurat.

Temanku terus termenung sambil ngotak ngatik fitur blu lainnya. Sepertinya ia sedang berpikir keras untuk mulai meninggalkan kebiasaan lamanya, yaitu melakukan improvisasi setiap kali ada pengeluaran. “Sepertinya ini akan jadi kebiasaan baru nih. Gimana cara memulainya ya?”

Mulai Bareng blu, karena #blubisagitu!

Satu hal yang pasti, mengatur keuangan adalah hal yang sulit dilakukan dan pasti kita akan melalui yang namanya fase trial and error. Tapi jangan khawatir, fitur-fitur blu dapat terus dikembangkan agar siapa pun, termasuk temanku yang seorang freelancer, dapat mengelola keuangannya dengan mudah karena #bluBisaGitu.

Buat teman-teman freelancer, melihat pemasukan yang tidak menentu memang bisa bikin deg-degan sendiri. Hasrat ingin menghabiskan cukup tinggi, tapi di sisi lain banyak kebutuhan yang harus dipenuhi. Manfaatkan fitur-fitur blu kalian agar cashflow yang awalnya berantakan, bisa diatur sedemikian rupa agar tidak lagi belanja asal-asalan tanpa nabung. Selamat mencoba ya!

Gimana? Masih bingung?

Nih, solusinya