productlifestyleeducation

Dinamika Anak Kostan: Ngekost Bulanan, Masih Sanggup Menabung?

Kalau dibandingkan dengan impian beli rumah, sobatblu bisa mencoba menabung di luar biaya kost. Anggap biaya kost adalah bagian dari pengeluaran bulanan, bukan tabungan yang terbuang sia-sia.

Jakarta tumben sedang sejuk-sejuknya, dan aku sedang lahap menyantap makan siang di luar kantor kala itu. Lalu entah dari mana, muncul gerombolan pemuda bercelana pendek dan sandal jepit berbondong-bondong memesan makanan dengan lauk yang terbilang irit.

Kulihat kalender memang menunjukkan tanggal tua. Tapi kenapa mereka terlihat beda nasib denganku ya? Aku yang baru gajian, gak pake mikir memesan tiga lauk sekaligus untuk mengisi ulang tenaga yang sedikit terpakai untuk kerja dari pagi.

Mereka? Cukup satu lauk dengan kerupuk, dibumbui dengan rasa syukur. Analisa sotoyku mengatakan kalau mereka adalah mahasiswa dari kost-kostan dekat sini, yang uang jajannya cair setiap awal bulan. Dan benar saja. Mereka semangat sekali membicarakan proker mereka yang sukses beberapa hari lalu, sembari mengeluhkan tugas kuliah yang mereka belum juga kerjakan karena keasikan main game semalaman.

Sepertinya aku terlalu banyak menguping. Tapi melihat perilaku guyub mereka, aku jadi teringat semasa kuliah dulu. Kehidupan kostan memang selalu meninggalkan kesan tersendiri. Tidak jarang memberi pelajaran hidup juga.

Antara Stabilitas Ekonomi dan Rintangan Finansial

Bagi mahasiswa, ngekost biasanya adalah salah satu pengalaman paling mengesankan karena hidup tidak pernah lepas dari teman. Bagi kelas pekerja? Tidak begitu. Kost hanyalah opsi tempat tinggal semata untuk sekadar bisa berteduh dari terik matahari dan derasnya hujan di perantauan.

Terlepas dari siapapun yang tinggal di kostan, memutuskan untuk menyewa bilik kamar setiap bulannya untuk tinggal sendiri (atau berdua) adalah keputusan yang cukup menantang. Biaya bulanannya saja sudah cukup untuk bikin mereka berkhayal, “duh kali aja biaya kost ini kujadikan tabungan tiap bulan, kesampean DP mobil kali ya.”

Di sisi lain, ngekost masih jadi pilihan paling masuk akal di kalangan mahasiswa ataupun pekerja rantau. Biaya tinggal yang murah tentu jadi alasan. Bila beruntung dan ada dana lebih, tentu mencicil rumah di area suburban akan menjadi pilihan. Tapi jika tidak, hidup di kost menjadi pilihan terbaik untuk saat ini.

Lokasi yang dekat kampus atau kantor juga jadi alasan. Ongkos transportasi bisa dihemat dengan jarak perjalanan yang dekat. Bagi perantau, tidak banyak opsi yang bisa dipilih selain ngekost.

Tapi apakah murah berarti ideal? Tergantung. Beda peran, beda rintangan. Mahasiswa rantau yang ngekost biasanya dibayarin sama orangtuanya, tapi dengan uang jajan yang terbatas. Kelas pekerja membayar sendiri kostnya, dengan uang bulanan yang biasanya lebih layak dari mahasiswa. Mereka punya strategi survival-nya masing-masing. Bagi yang punya impian beli rumah, seringkali nasib ngekost mereka jadikan kambing hitam karena biaya kost menjadi rintangan finansial tersendiri. Menurut mereka biaya kost sebenarnya bisa saja ditabung untuk DP rumah di pinggir kota.

Jadi, Apakah Hidup Ngekost Menghambat Usaha Menabung?

Ngekost adalah bentuk pemenuhan aspek papan dari sandang, pangan, dan papan. Menyewa kost bukanlah sebuah kerugian, melainkan sekadar pemenuhan kebutuhan dasar.

Kalau dibandingkan dengan impian beli rumah, sobatblu bisa mencoba menabung di luar biaya kost. Anggap biaya kost adalah bagian dari pengeluaran bulanan, bukan tabungan yang terbuang sia-sia. Karena suka atau tidak, biaya kost bulanan sudah menjadi bagian dari fase hidupmu sekarang.

Ingat, mulai menabung bukan masalah jumlahnya berapa, tapi lebih kepada konsistensi yang terus dipertahankan. Meningkatnya jumlah tabungan bisa diusahakan kalau kamu sudah terbiasa menabung dan mengatur keluar-masuk keuangan dengan rapi. Karena yang lebih sulit adalah membangun perilaku konsisten menabung. Jadi impian beli rumah bisa kamu coba mulai deh dari sana. Semangat ya berjuang mencapai financial goals-nya!

Well, semua kembali ke perspektif masing-masing mengenai uang ya.

Kalau sobatblu punya target menabung jangka panjang, kamu bisa cobain pake bluDeposit. Dengan suku bunga 4%, bluDeposit bisa jadi pilihan aman buat kamu yang mau menabung untuk 5 hingga 10 tahun ke depan. Untuk tabungan jangka pendek, kamu bisa pakai bluSaving buat mengalokasikan dana sambil nabung tipis-tipis. Yuk lah cobain!

Gimana? Masih bingung?

Nih, solusinya